Aplikasif Standart Minimum Website & ATM Cardless

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan jasa keuangan di sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, akuntabel, dan mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Guna mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, OJK menerbitkan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) Tahun 2021-2025. Pada MPSJKI, OJK menetapkan kerangka struktural “Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan” dimana salah satu pilarnya adalah Akselerasi Transformasi Digital.

Sebagai tindak lanjut dari pilar Akselerasi Transformasi Digital pada MPSJKI, OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) Tahun 2020 – 2025 dimana pada pilar Akselerasi Transformasi Digital, salah satu harapannya adalah agar perbankan menjadi lebih efisien dan mampu memaksimalkan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Akselerasi transformasi digital pada MPSJKI dan RP2I yang merupakan transformasi digital pada sisi supply side, berjalan beriringan dengan Program Pemerintah berupa Literasi Digital

Direktur Utama BPRS Bandar Lampung Berganti dari Ridwansyah ke Umar

BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, melantik Umar, SH sebagai Direktur Utama PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bandar Lampung, Rabu (23/2/2022). Umar menggantikan Ridwansyah yang mengabdi di BPRS Bandar Lampung lebih dari 10 tahun.

Pelantikan yang juga dihadiri Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Lampung Aprianus John Risnad itu berlangsung di Aula Semergo. Selain itu tampak Dirut Bank Waway Ahmad Tamidi, dan Direktur Utama BPRS Mitra Agro Usaha Mat Amin.

Pada kesempatan itu, Eva Dwiana, meminta agar BPRS Bandar Lampung bisa lebih baik memajukan UMKM berbasis syariah. “Sebentar lagi juga akan dipilih direktur operasional. Semoga nanti bisa bekerja sama,” kata Eva Dwiana.

Dia meminta sebagai bagian Badan Usaha Milik Daerah (BMUD), BPRS Bandar Lampung dapat mendukung program Pemkot Bandar Lampung. “Mudah-mudahan nanti pembayaran haji dan umroh bisa melalui BPRS,” kata Eva. Sebelum masuk BPRS Bandar Lampung, Umar tercatat berkarir di BRI Syariah. Sedangkan Ridwansyah kembali mengajar di almamaternya yakni Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung.

Sumber : https://lampungpro.co/post/38569/direktur-utama-bprs-bandar-lampung-berganti-dari-ridwansyah-ke-umar

Pemberian Hadiah kepada Wisudawan terbaik dari BPRS Bandar Lampung

Bank Syariah Bandar Lampung sebagai Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan pemberian apresiasi kepada Wisudawan terbaik pada acara Wisuda Institut Maritim Prasetiya Mandiri sebagai mitra Bank Syariah Bandar Lampung yang diselengarakan pada hari Kamis, 25 November 2021 di SwissBell Hotel Bandar Lampung.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari Bank Syariah Bandar Lampung kepada dunia pendidikan di Lampung, Khususnya Kota Bandar Lampung. Hadir dalam acara wisuda perwakilan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung beserta Forkopimda.

 

 

Press Release

Kepada Yth:

Nasabah dan Seluruh Pemangku Kepentingan PT. BPRS Bandar Lampung

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Merujuk kepada Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 November 2021, dengan ini kami menyampaikan bahwa Pemegang Saham telah mengambil keputusan memberhentikan Direksi PT. BPRS Bandar Lampung dan menunjuk Komisaris Utama PT. BPRS Bandar Lampung sebagai Pelaksana Tugas Direksi sampai dengan terpilihnya Direksi Definitif.

Dalam kesempatan ini, saya mewakili Dewan Komisaris dan Pemegang Saham mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sdr. Ridwansyah dan Sdr. Marsono atas kontribusi, sumbangsih tenaga dan pikiran selama menjabat sebagai Direktur Utama dan Direktur PT. BPRS Bandar Lampung.

Proses pengisian Pengurus baru akan dilaksanakan dengan segera dan kami memastikan bahwa kegiatan operasional Bank tetap berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Hangat,

A Rahman Mustafa
Pelaksana Tugas Direksi

BPR Syariah Bandar Lampung Raih Penghargaan Infobank Award 2021

BPRS Bandar Lampung, Tanggal 29 September 2021 lalu, Dr. Ridwansyah bertolak dari Lampung ke Yogyakarta. Kepergian Direktur Utama BPR Syariah Bandar Lampung tersebut bukan untuk jalan-jalan, melainkan menerima penghargaan Infobank Award 2021. Penghargaan atas kinerja keuangan sangat bagus dengan kategori BPRS Aset Rp.100 miliar sampai dengan Rp.250 miliar tersebut berlangsung di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Kamis (30/10/2021).

Dengan diraihnya penghargaan yang selama 8 tahun berturut-turut tanpa putus sejak 2013-2021 tersebut Ridwansyah mengucap syukur. Ia berharap penghargaan ini membawa keberkahan bagi keluarga besar BPRS Bandar Lampung dan seluruh share holder & stake holder. “Ahamdulillahi Wasyukurillah pengharhan Golden Award Infobank Syaria ke-4 tahun 2021. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua. Aamiin,” kata Dr. Ridwansyah, Selasa (5/10/2021). Ia menyebutkan bahwa aset BPR Syariah Bandar Lampung terus tumbuh. “Saat ini Aset BPR Syariah Bandar Lampung mencapai Rp.120 miliar,” jelasnya. Sebelumnya, Prestasi gemilang kembali ditoreh Bank Syariah Bandar Lampung. Kali ini bank milik pemerintah Kota Bandar Lampung tersebut berhasil mendapat penghargaan tingkat nasional TOP BUMD AWARD yang ke-5 atas kinerja terbaik tahun buku 2020. Bank Syariah Bandar Lampung mengikuti penilaian TOP BUMD Awards 2021. TOP BUMD Awards adalah satu-satunya kegiatan corporate rating (penilaian kinerja BUMD) yang diberikan kepada seluruh BUMD-BUMD terbaik di Indonesia atas prestasi, perbaikan, kontribusi BUMD yang telah dilakukan terkait kinerja bisnis, layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

(more…)" href="https://banksyariahbandarlampung.co.id/bpr-syariah-bandar-lampung-raih-penghargaan-infobank-award-2021/#more-6549" class="read-more-align-left">(more…)

Penguatan Resolusi Kinerja 2021 BPRS Bandar Lampung

Kinerja BPR Syariah (BPRS) Bandar Lampung tetap mencatatkan perkembangan positif meski di tengah hantaman pandemi virus Covid-19, hal ini terlihat dari pertumbuhan aset, pembiayaan dan laba yang tumbuh selama tahun 2020.

Bahkan, BUMD ini juga berhasil menambah kantor kas di Pesawaran pada September 2020 lalu.

Direktur Utama BPRS Bandar Lampung Ridwansyah memaparkan, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 BPRS Bandar Lampung tetap berhasil menambah kantor kas di Pesawaran, dan secara year to year (yoy) kinerja selama tahun 2020 masih tumbuh positif dibanding tahun 2019.

Ia memaparkan, untuk kinerja mulai dari volume usaha atau asset realisasi tahun 2020 sebesar tumbuh sebesar 12,3 persen. Pembiayaan realisasi tahun 2020 tumbuh sebesar 7,6 persen. Laba setelah pajak dan zakat tahun tumbuh sebesar 9 persen.

Sementara itu perusahaan juga meraih kategori sehat untuk Rasio Kecukupan Modal. Dicatat Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 20 persen.

Demikian pula untuk Kualitas Aktiva Produktif juga meraih kategori sehat. Dicatat Rasio Kualitas Aktiva Produktif (KAP) sebesar 97 persen dan Rasio Non Performing Finance (NPF) sebesar 2,8 persen.

“Berbagai pencapaian ini tidak terlepas dari kontribusi kinerja kantor kas BPRS Bandar Lampung yang berada di daerah Kalianda dan Pesawaran. Alhamdulillah manajemen dari kantor kas berhasil hadir ditengah masyarakat daerah melalui pelayanan perbankan yang maksimal khususnya terkait pembiayaan,” ujar Ridwan yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) BUMD Terbaik se- Indonesia.

Dalam manajemen kantor kas juga menempatkan pejabat strategis bidang marketing yang fokus dalam memberikan literasi terkait program pembiayaan yang dimiliki BPRS Bandar Lampung.

Tidak bisa dipungkiri, tahun 2020 merupakan tahun yang berat khususnya untuk dunia perbankan. Namun, hal ini tidak menyurutkan tim BPRS Bandar Lampung untuk memaksimalkan sektor lain dalam mempertahankan kinerja positif selama tahun 2020.

Ridwan menjelaskan, seperti pembiayaan sektor UMKM dan perjalanan umrah yang sedang turun, dialihkan ke sektor pembiayaan lain yang dibutuhkan masyarakat. Seperti pembiayaan ke sektor pertanian, pembiayaan tanah kavling dan pembiayaan dana haji.

Selanjutnya, karena berkurangnya aktivitas tatap muka langsung maka alokasi dana diklat atau dinas diluar kota dipangkas

“Manajemen harus terus melakukan terobosan dan inovasi agar BUMD ini mampu mencetak kinerja positif dan memberikan kontribusi PAD yang maksimal,” harapnya. Rajin Mendapatkan Penghargaan

Sumber : https://kabarsiger.com/read/penguatan-resolusi-kinerja-2021-bprs-bandar-lampung